Wednesday, November 18, 2009

inginkan wajah yg cantik??


Wajah dan hati yang cantik

Wahai Tuhanku, aku tak layak ke SyurgaMu, namun tak pula aku sanggup ke
nerakaMu, ampunkan dosaku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah
Pengampun dosa2 ku. Amin Ya Rabbalalamin "

Info yang boleh dikongsi bersama kawan2.

Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan, biarkan menitis dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan berdoa.

Untuk menghilangkan stress, perbanyaklah olahraga. Cukup dengan memperbanyakkan solat. Ketika solat, kita mengerakkan seluruh tubuh. Lalu
berkonsultasilah pada Allah SWT dengan dzikir dan doa.

Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyuman. Tidak hanya di bibir tapi juga di hati. Jangan lupa bisikkan kata kunci, "Allahuma Kamma Hassanta Khalqii Fahassin Khuluqii" (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaqku). (HR Ahmad).- DOA TENGOK CERMIN

Untuk punya bibir cantik, bisikkan kalimat-kalimat Allah tidak berbohong atau menyakiti hati orang lain, tidak menyombongkan diri atau takabur.

Agar tubuh langsing, mulus, diet yang teratur dengan berpuasa seminggu 2 kali, Isnin dan Khamis. Jika kuat, lebih bagus lagi puasa Nabi Daud AS i.e. selang satu hari. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, dan air putih.

Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.

Inilah dia rahsia as-solat, sebagai peringatan bagi yang dah tahu atau panduan bagi yang baru tahu...

1 - Niat Sembahyang :
Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.

2 - Berdiri Betul :
Fadilatnya, ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur.

3 - Takbir-ratul Ihram :
Fadilatnya, sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur.

4 - Fatihah :
Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur.

5 - Ruqu :
Sebagai tikar kita di dalam kubur.

6 - Itidal :
Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika didalam kubur.

7 - Sujud :
Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM.

8 - Duduk antara 2 Sujud :
Akan menaung panji-panji nabi kita didalam kubur

9 - Duduk antara 2 Sujud (akhir) :
Menjadi kenderaan ketika kita dipadang Mahsyar.


10 - Tahhiyat Akhir :
Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan oleh Munkar & Nankir di dalam
kubur.

11 - Selawat Nabi :
Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur.

12 - Salam :
Memelihara kita di dalam kubur.

13 - Tertib :
Akan pertemuan kita dengan Allah S. W. T.

Dari Abdullah bin Amr R. A., Rasulullah S.A.W. bersabda: "Senarai di atas adalah salah satu sebab mengapa orang Yahudi/Kafir tidak sukakan angka 13 dan juga Hari Jumaat. Itulah sebab mengapa mereka mencipta cerita yang begitu seram sekali iaitu " FRIDAY the 13th " jika ada di kalangan kamu yang perasan!!!"

Wassalam.

"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..." Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi

Sunday, November 8, 2009

muhasabah harian..


20 MUHASABAH HARIAN
ADAKAH ANDA…

1. Beristighfar/bertasbih setiap hari
2. Berzikir mengingati Allah
3. Sembahyang 5 waktu
4. Berpuasa sunat
5. Mengerjakan solat-solat sunat
6. Berselawat kepada Rasulullah
7. Bersyukur di atas nikmat Allah
8. Bertawakkal/berserah kepada Allah dalam setiap urusan
9. Memaafkan kesalahan orang lain
10. Menghubung silaturrahim
11. Memberi nasihat yang baik kepada manusia
12. Mendengar peringatan tentang agama yang baik untuk diri
13. Menziarahi orang sakit/miskin
14. Menziarahi kubur untuk mengambil iktibar
15. Bersedekah/menafkah harta pada jalan yang benar
16. Mencegah kemungkaran bila melihatnya
17. Sentiasa berfikir dan bertindak kearah kebaikan
18. Sentiasa mengingati maut yang anda pasti menemuinya
19. Menyebarkan salam dan menebarkan kasih sayang kepada semua manusia
20. Seorang yang sabar dan redha dengan ketetapan Allah

Saturday, November 7, 2009

imtihan...?? good luck guys...=)




click to create your own

Air Mata Rasulullah.



Air Mata Rasulullah.

Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut Ada sebuah kisah
tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui
kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning,
burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan
suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam
kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya.

Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian,Al
Qur'an dan sunnahku.Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku
dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang
dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun
menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan
kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"keluh hati semua sahabat kala
itu.Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap
Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat
itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan
detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih
tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya
yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan
menutup pintu.Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,

"Siapakah itu wahai anakku?"

"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur
Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia.Dialah malakul maut," kata Rasulullah,

Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri,
tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua
syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.

"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman
kepadaku:'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di
dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh.Fatimah
terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya
Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut inikepadaku, jangan pada umatku."Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum,peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.

Amin....

Friday, October 16, 2009

selembar bulu mata???

Tazkirah Jumaat- selembar bulu mata

Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang di adili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah. "Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu."

"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian.

Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini tdk ada siapa kecuali aku dan suaramu."

Wallahualam. .

"Inilah saksi-saksi itu,"ujar malaikat.

Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yg memandangi."
Disusul oleh telinga, "Saya yg mendengarkan. "
Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium."
Bibir mengaku, "Saya yang merayu."
Lidah menambah, "Saya yang mengisap."
Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meremas."
Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan."

"Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat.

Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dijebloskan ke dalam jahanam. Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.

Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi." "Silakan", kata malaikat. "Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengh malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat, walaupun selembar bulu matanya saja yg terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan."

Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni surga: "Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu mata."

forwad dr http://www.mymesra.com.my

Monday, September 28, 2009

forwad to you...lets read it :Whom Allah Loves Most


whom Allah loves most
________________________________________
The Messenger of Allah [s] said:
"All mankind belongs to Allah; therefore the most favored by Allah is the one who is good to his or her own family".[7]
A man once asked the Messenger of Allah [s]:
"What people does Allah love most?"
He said: "Those who are most useful to other people."[8]
Through the quoted holy traditions (hadith), the Messenger of Allah [s] teaches us in simplistic terms how to deal with people and how a Muslim should behave with individuals in society.
Indeed, a Muslim should be a useful member of the community in which he or she lives, because human society is like the human body. The human body consists of different organs for different functions, for instance the eye takes the duty of seeing, the tongue for speaking, the legs for walking and the hands for working. Consequently, each of these organs has a benefit and use for the human body without which man cannot live normally.
Therefore, human society is made up of different people, who carry out certain duties to perform necessary services.
A farmer supplies food, a doctor attends to the sick, the holy struggler (mujahid) defends his religion and country, and the teacher educates people. These few examples show that each person offers advantages in providing for people.
The Messenger of Allah [s] likens human society to a single family by saying:
All mankind belong to Allah, the Exalted, Who loves goodness and benefits them; and Who preserves their interests and welfare, like a man who takes care of his or her own family by providing care and assistance.
Therefore, Allah loves those who do well to people and whoever helps the needy, cares for the sick, provides food for the hungry, reconciles people, discovers new medicines, builds a school or establishes an orphanage to look after children without parents. Indeed a true believer does all these for the benefit of other people and is a useful asset to his or her society.
Consequently, the most useful person in society is he who is the best and most beneficial, whom Allah loves most, because an Islamic society cannot be a strong and caring one, in which peace and happiness prevails, unless people do well to the advantage of all and ignore their own personal interests.
To Summarise
1. The best among people is the one who does good to all and is most useful to society.
2. A Muslim is one who loves to do good for society.
3. Allah surely loves those who do good for society.

[7] Ya'qoobi, Tarikh al-Ya'qoobi, vol. 2.
[8] Ibid.